Goodbye My Lover

***
Malam ini, tepat satu tahun lebih enam hari sejak hubungan ‘kita’ menjadi rumit.
Jarak antara ‘kita’ kian merenggang, sangat jauh.
Ya, memang sebenarnya ‘kita’ sedang jauh satu sama lain.
Empat ratus enam puluh sembilan kilo meter.
Tanpa komunikasi, tanpa kabar informasi.

Sudah lama saya tidak merasakan perasaan seperti ini (lagi).
Tapi entah malam ini teringat kembali masa-masa itu.
Masa dimana rasa dibalas dengan benci;
Masa dimana maaf dibalas dengan caci;
Masa dimana tangis dibalas dengan tanya.

Saya masih ingat
“Menyesuaikan, meski menyakitkan”.
Pesan darimu untuk saya yang sedang putus asa kala itu.

Entah luka apa yang sudah tergores di sini.
Selalu ada sakit yang kambuh saat saya mengingat hal tentang dirimu.
Rasa sakit, sesak di dada.

Ah, sudahlah.
Saya tak ingin mengungkit lagi, memori otak saya terlalu cepat untuk melupakan.
Mungkin kamu juga sudah lupa?
Namun, hati bodoh ini masih saja menyimpan ‘rasa’ sampai sekarang.
Rasa bersalah dibalut dengan sedih bercampur dengan kacau; galau.

Inilah saya,
[Masih] Canggung.
[Masih] Takut untuk bicara.
[Masih] Tak kuasa melihat sorot mata mu.
Hanya diam menunggumu untuk memulai sebuah obrolan.

Tenang, saya masih komitmen.
Saya masih menyesuaikan, ya meski masih saja menyakitkan.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

:’)

It All Just Sounds Like Oooooh…

letyougo

Mungkin ini terlalu sedih untuk diungkap kembali, suatu keadaan yang tak pernah terlupakan, meski waktu terus menggerus ingatan-ingatan saya; tepat satu tahun yang lalu, enam belas maret dua ribu tiga belas.

Tepat satu tahun yang lalu, saat hal itu terjadi, saat hal itu terungkap dengan sendirinya. entah ini memang sudah seharusnya terjadi atau ah sudahlah.. Apakah jika dikenang lagi semua akan kembali seperti semula? tidak. Ya, harus saya akui saat satu tahun silam itu masih teringat sampai sekarang, yang membuat saya canggung, yang membuat saya tak ingin lagi mengulang hal yang sama lagi, bukan karena apa-apa; rasa itu masih ada.

Padahal seharusnya hari ini saya bahagia. Ya, saya punya teman baru, saya punya lingkungan baru, saya punya kehidupan baru, bahkan saya sudah punya kegiatan baru. Oke, sebenarnya saya sudah banyak mendapat kebahagiaan, tapi entah mengapa sepertinya saya belum bisa merasakan kebahagiaan itu.

Mencari kebahagiaan itu mudah, tapi merasakan kebahagiaan tak semudah mendapatkannya.  Rasa itulah yang mungkin  selama satu tahun ini seolah-olah menghilang dari hidup saya. Sudah satu tahun, kenapa semua belum bisa kembali normal?

“Rasa sakit sebenarnya adalah saat kehilangan seseorang yang kau sayangi.” – Kirito

Rasa canggung berlebihan. Mungkin itu rasa yang tepat untuk mengibaratkan keadaan saya sekarang. Serba salah, bahkan untuk menghubungi dia saya tidak sanggup, sungkan dan canggung. Saya tak tau apa yang mau dibicarakan nanti, padahal say hai saja sah-sah saja bukan? Bahkan say hai pun tak sempat saya ucap padanya, entah tak sempat atau memang saya tak ingin.

Jujur, saya ingin sekali keadaan kembali normal lagi. Seperti dulu, tak ada rasa aneh yang mengganjal di sini *nunjuk dada*. Tapi sudah satu tahun berlalu, ternyata rasa canggung masih menguasai. aku masih belum mampu mengubah rasa aneh ini..

Saya ingin kembali ke keadaan satu tahun silam, dimana masih ada kita, belum ada rasa canggung di dalam dada. Dulu saya tak sungkan untuk mengawali pembicaraan, padahal saya bukan tipe orang yang suka mengawali pembicaraan lho, aneh kan?

Mungkin bisa diblang ngobrol yang enak di dalam hidup saya, ya sama dia.  Sebab setiap obrolan yang pernah terjadi sudah terekam apik di dalam memori ingatan di dalam otak saya. Ya hanya terekam dan terismpan rapi, jika saya ingin membuka ingatan itu lagi, saya tak sanggup.

Entah, mungkin ini permintaan konyol, setiap saya berdoa saya berharap bisa bertemu dengannya lagi, saya ngarep bisa ngobrol bareng lagi, tanpa ada rasa canggung di dalam sini *nunjuk dada, lagi*

“Doaku setiap sehabis sholat selalu sama. untuk ibuk; bapak; keluarga; masa depanku dan kamu yang jauh disana semoga tetap bahagia. aamiin.” – adiozh

Mungkin di kehidupan nyata, saya tidak pernah menanyakan kabarmu, tidak pernah basa-basi buat say hello denganmu, seolah-olah saya sudah tidak peduli. Namun, ketahuilah sebenarnya saya selalu menanyakan kabarmu, bagaimana hari-harimu, apakah kamu masih bahagia disana.

Sayang, hanya sebatas dalam untaian doa yang hampir tak terlewat disetiap saya usai sholat..

Kenapa tidak bisa Download di Play Store?

google play (1)Jika anda pengguna android, pasti sudah akrab dengan google play atau play store.. Aplikasi ini merupakan market resmi untuk membeli atau mendownload aplikasi dari pihak android.. Nah, suatu ketika play store tidak bisa untuk mengunduduh aplikasi, seperti android saya kemarin.. *pasang muka panik* :roll:

Hal yang saya lakukan mulai dari ganti Cusrom, sampai kembali ke Stockrom, update playstore, dan saya mulai bingung karena tidak membuahkan hasil.. akhirnya setelah searching di google juga saya menemukan sesuatu.. (´⌣`ʃƪ)

Mulainya saya ingin mendownload Instagram tapi tidak kunjung terdownload, menunggu memulai download saja lama sekali.. (umumnya selang beberapa detik langsung memulai download)

SC20130817-160401Screen capture yg sempat saya ambil, logikanya, ada sinyal 3G tetapi download malah berhenti cukup lama di angka 25,98 Kb,, bisa lanjut tapi di tengah perjalanan pasti akan macet lagi.. Ternyata itu terjadi “kesalahan 404″ dari play store.. cara memperbaikinya cukup mudah.. hanya tinggal ganti pengaturan internet anda (berlaku untuk semua operator, saya sudah coba di Indosat dan 3) :roll:

  1. Masuk ke pengaturan > pilih nirkabel dan jaringan > jaringan seluler
  2. Pilih Nama Point Akses
  3. Kosongkan Proksi..
  4. Kosongkan Nama Pemakai..
  5. Kosongkan Kata Sandi..
  6. Klik kembali untuk menyimpan.. :roll:

Ini screen capture pengaturan internet saya.. saya memakai kartu im3 indosat.. semoga bermanfaat :lol:

SC20130817-160700Hehehe.. baru sadar kalau nama konfigurasi saya pakai BB, padahal saya pengguna android :lol: wkwkw